Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Mengenali dan Merumuskan Masalah

Updated
3 min read
Mengenali dan Merumuskan Masalah

Mengenali Masalah

Rasa ingin tahu manusia secara alami mengarah pada hal-hal baru yang belum dipahami dan mengapa sesuatu tidak berlangsung sebagaimana mestinya. Ini menciptakan pengertian masalah, yaitu realitas yang tidak sesuai dengan idealitas atau fenomena yang belum terjelaskan sepenuhnya. Sesuatu dianggap sebagai masalah jika memenuhi salah satu atau kedua pengertian tersebut.

Masalah Ilmiah

Masalah ilmiah yang kompleks tidak dapat dijawab dengan metode non-ilmiah dan harus diselesaikan melalui penelitian, yang merupakan metode sistematis untuk menjawab masalah ilmiah. Masalah yang harus dijawab dengan penelitian harus memenuhi tiga syarat: baru, penting, dan layak. Penelitian dimulai dengan merumuskan masalah secara jelas, menggunakan metode pengamatan yang sesuai dengan karakter masalah, dan diakhiri dengan kesimpulan yang menjawab masalah tersebut. Keberhasilan penelitian diukur dari tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Masalah Penelitian yang Baik

Masalah penelitian yang baik adalah masalah yang peneliti yakin dapat dijawab secara ilmiah. Untuk menentukan apakah suatu masalah penelitian baik bagi seorang peneliti, perlu dipertimbangkan beberapa faktor: ketersediaan data, kesesuaian dengan kualifikasi peneliti (bidang keilmuan, minat, dan kemampuan), penguasaan metode yang diperlukan, ketersediaan dana, dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penelitian tersebut. Masalah penelitian yang baik harus sesuai dengan kepentingan dan pertimbangan personal peneliti.

Menemukan Masalah Penelitian

Menemukan masalah penelitian bisa menjadi proses yang membingungkan dan menghambat bagi banyak mahasiswa, meskipun banyak masalah dalam kehidupan masyarakat yang bisa diteliti.

Ada dua jalur utama untuk menemukan masalah penelitian, yaitu :

  1. Jalur Realitas ke Literatur

Pada jalur ini dimulai dengan mengamati realitas sekitar untuk menemukan masalah yang penting dan layak diteliti. Setelah itu, peneliti melakukan studi pustaka untuk memastikan apakah masalah tersebut sudah pernah diteliti sebelumnya. Jika belum, masalah tersebut dianggap baru dan layak diteliti. Pengamatan bisa diarahkan pada perilaku individu atau masyarakat dalam berkomunikasi, menggunakan media, dan teknologi komunikasi, serta pengaruh media. Pengamatan juga bisa dilakukan terhadap media dan institusi yang relevan. Praktisnya, batasi lingkup pengamatan sesuai minat, lakukan observasi dan wawancara jika perlu, serta diskusikan dengan orang lain yang memiliki minat serupa.

  1. Jalur Literatur ke Realitas

Pada jalur ini dimulai dengan menelusuri dan mengkaji pustaka dalam bidang kajian tertentu untuk menemukan masalah penelitian yang mendalam. Setelah itu, peneliti melakukan cross cek terhadap realitas untuk memastikan relevansi masalah tersebut. Jika masih relevan, penelitian dapat dilakukan; jika tidak, penelitian tidak perlu dilakukan. Jalur ini lebih ringkas tetapi membutuhkan daya baca yang tinggi. Strategi kajian pustaka meliputi membatasi lingkup dan jangka waktu pustaka yang dikaji serta fokus pada pustaka berbobot seperti laporan penelitian.


Catatan Kaki

Disusun Oleh :
Sofa Machabba Haeta
Mata Kuliah :
Metodologi Penelitian
Dosen Pembimbing :
Ria Indah Fitria, M.Kom.
Tautan Berkas

Program Studi Informatika S1
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Pancasakti Tegal
Tegal 2024

More from this blog

J

Journal | Sofa Machabba Haeta

5 posts

Starting from an imagination, which becomes a desire, and becomes a thought, then becomes a speech, turns into an action, until a new history occurs.